Mengatasi Lelah, Letih & Kehilangan Konsentrasi Saat Berkendara

Posted By : Posted on - 4:23:00 PM with No comments

Sering berkendara jarak jauh, baik untuk bekerja, liburan, pulang kampung atau kegiatan apapun yang memerlukan untuk berkendara perlu memperhatikan keselematan dan kenyamanan berkendara. Karena saat berkendara keselamatan anda, penumpang dan pengendara lain dipertaruhkan jika anda tidak berhati hati. Selama ini sebagian besar orang menilai kelelahan di saat mengemudi tak terlalu bahaya dibanding mabuk atau mengantuk. Padahal, anggapan seperti itu tidak tepat. Banyak penelitian menyebut bahwa kejadian kecelakaan yang terjadi selama ini membuktikan bahwa kelelahan yang memicu rasa kantuk telah menjadi penyebab 37 persen dari total 100 kejadian kecelakaan.

Mengatasi Lelah, Letih & Kehilangan Konsentrasi Saat Berkendara

Saat badan lelah, letih maka akan menyebabkan rasa kantuk dan kehilangan konsentrasi berkendara karena saraf sensorik dan motorik lemah sehingga refleks seseorang juga melemah. Lalu bagaimana cara mengatasi bila rasa kelelahan, keletihan mendera sehingga menyebabkan kurangnya konsentrasi Anda di tengah perjalanan jauh? Berikut adalah beberapa tips bermanfaat untuk Anda :

Jangan mengemudi lebih dari tiga jam
Mengemudikan kendaraan baik mobil maupun kendaraan roda 2 lainnya selama tiga jam terus menerus tanpa henti menyebabkan saraf sensorik dan motorik seseorang yang menenggak minuman beralkohol dengan kandungan 40 persen. Hal itu bisa terjadi karena kedua saraf tersebut mengalami ketegangan karena orang yang bersangkutan dituntut untuk konsentrasi memperhatikan jalan dan kondisi kendaraan. Bila kedua syaraf itu harus tegang dalam waktu tiga jam secara terus menerus, mereka akan kelelahan juga. Efeknya tindakan refleks dan konsentrasi menurun.

Istirahat sejenak dan lakukan peregangan ringan
Istirahat dan peregangan ringan bisa anda lakukan untuk mengatasi mulai kehilangan konsentrasi, mengantuk maupun lelah. Bila dalam perjalanan Anda sudah mulai merasakan tanda-tanda kelelahan dan kantuk sebaiknya menghentikan kendaraan dan beristirahat di tempat yang tepat tentu saja. Istirahat selama 30 menit atau minimal 20 menit akan mengembalikan konsentrasi anda dan membuat tubuh anda menjadi lebih bugar.

Saat anda bangun dari istirahat anda sempatkan juga untuk melakukan peregangan atau berolah raga ringan sekitar 5 menit dengan urutan bagian tubuh paling atas yaitu kepala, bahu, lengan tangan, bahu, lutut, dan tungkai. Lakukan gerakan menarik ke atas, memutar, dan melipat. Hal ini akan membantu mengmbalikan aliran darah menjadi lebih lancar. Ketika aliran darah lancar anda akan kembali mendapatkan konsentrasi anda kembali untuk melanjutkan berkendara.

Jangan banyak mengkonsumsi makanan berat
makanan berat adalah makanan yang mengandung banyak karbohidrat tinggi seperti nasi atau gandum. Jika anda banyak mengonsumsi makanan jenis ini menyebabkan anda mudah mengantuk saat berkendara. L-Tryptophan atau asam amino esensial di karbohidrat akan diubah menjadi niacin dan vitamin B. Sementara niacin memproduksi serotonin. Serotinin inilah yang menurut pakar kesehatan, akan merangsang otak untuk menimbulkan rasa nyaman di tubuh kemudian memicu rasa kantuk.

Minumlah stimulan bila terpaksa
Stimulan adalah makanan dan minuman yang membantu anda tetap terjaga. Tetapi pastikan untuk diingat jangan mengonsumsi makanan dan minuman ini secara berlebihan karena tidak baik untuk kesehatan anda. Beberapa stimulan tersebut seperti minuman energi, kafein pada kopi dll.

No comments:

Post a Comment

Ketentuan Berkomentar:

1. Menautkan link aktif (anchor text) pada komentar secara otomatis akan kami hapus
2. Gunakan fasilitas Name/URL untuk menempatkan link anda
3. Dilarang berkomentar diluar topik artikel (SARA, pornography, provokasi,promosi produk)
4. Dilarang komentar spam
5. Berkomentarlah dengan baik dan sopan
6. Komentar yang tidak sesuai dengan poin diatas tidak akan dipublikasikan


                                                                                                   Terima Kasih, Admin Tips & Cara